Sabtu, 09 Februari 2013

CERPEN tema "Pahlawan"


Pejuang Pahlawan Nasional

            Sore itu nilam bercakap-cakap dengan kakaknya , Siska. Dalam percakapan itu Nilam menanyakan tentang pahlawan . Kata Kak Siska, pahlawan itu banyak sekali. Nilam masih belum puas dengan jawaban Kak Siska tentang pahlawan. Nilam masih ingin menanyakan tentang pahlawan kepada ibunya. Pangeran  menolong, dan pemberani. Ia tak gentar melawan penjajah. Ia pemimpin yang berjiwa besar dan dicintai rakyatnya.
            Aceh merupakan bagian dari Negara Indonesia yang terletak diujung barat wilayah Indonesia. Rakyat Aceh sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka bersatu padu melawan penjajah dipimpin oleh Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan Cut Mutia. Perjuangan mereka banyak menelan korban harta benda, bahkan nyawa. Ketika masa sekolah, Sudirman tidak termasuk anak yang pandai, tetapi ia selalu rajin belajar. Ia hampir tidak pernah tidak masuk sekolah.
            Sudirman juga seorang anak yang rajin membantu orang tuanya. Ia juga rajin melaksanakan sembahyang dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Pada tahun 1925 Sudirman melanjutkan sekolahnya ke HIS (Holland Inlandsche School) di Purwokerto. Setelah tamat, ia melanjutkan pelajarannya ke Taman Dewasa bagian Tamat Siswa, tetapi ia hanya dua tahun belajar di Taman Siswa. Kemudian ia pindah ke Wiworo Tomo.
            Di sekolah ini Sudirman memperoleh beberapa mata pelajaran baru, seperti: bahasa Idonesia, bahasa inggris, sejarah dunia, dan agama. Pelajaran sejarah dunia membangkitkan kesadaran Sudirman akan nasib bangsanya yang  menderita. Pada bulan Oktober 1943 pemerintah Jepang mengumumkan pembentukan tentara Peta (Pembela Tanah Air). Banyak pemuda Indonesia yang memasuki anggota Peta.
            Komandan-Komandan tentara Peta dipilih dari para pemuda Indonesia sendiri. Pemuda itu dilatih oleh tentara Jepang. Secara diam-diam Inggris mundur ke Ambarawa. Mereka di kejar oleh pasukan Kolonel Sudirman. Terjadilah pertempuran hebat di Ambarawa. Tentara Inggris tidak mampu menghadapi tentara kita sehingga akhirnya mereka mengundurkan diri ke Semarang.
            Kemenangan yang diperoleh pasukan Sudirman di Ambarawa itu membuat namanya menjadi harum. Atas jasa-jasanya, pemerintah mengangkat Sudirman menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan pangkatnya dinaikkan menjadi jenderal. Peristiwa ini terjadi setelah tanggal 18 Desember 1945.
 Aku belum lahir ketika kau berjuang merebut kemerdekaan. Aku kemudian tahu dari cerita dan buku sejarah Betapa kau pertaruhkan semua milikmu harta-raga-dan-nyawa. Pahlawanku… hari ini kuusap lembut batu nisanmu. Kutaburkan bunga tanda kasihku. Kukirimkan doa-doa tulusku. Pahlawanku… lelap dan damailah dalam tidur panjangmu!.
Pahlawan adalah orang yang berjasa terhadap nusa dan bangsa. Setiap tanggal 10 November sekolahku memperingati hari pahlawan. Tujuannya untuk mengenang dan menghargai jasa-jasa mereka terhadap ibu Pertiwi tercinta ini. Pepatah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai jasa para pahlawannya. Banyak sekali pahlawan nasional kita, salah satunya pangeran Diponegoro.
Itu baru beberapa dari pahlawan-pahlawan yang telah berkorban ketika waktu berperang. Ada beberapa pahlawan yang mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya.
Seperti saat aku membaca sebuah majalah, didalam ajalah itu diceritakan bahwa Alan dan Susi berhasil merebut medali emas Olimpiade Barcelona, Spanyol, tahun 1992. Medali emas diperoleh lewat cabang olahraga bulu tangkis. Alan menjadi juara tunggal putra dan Susi menjadi juara tunggal putri.
Medali emas adalah impian setiap bangsa akan ikut dalam Olimpiade. Indonesia telah beberapa kali ikut Olimpiade, namun belum berhasil merebut medali emas. Prestasi terbaik Indonesia sebelumnya adalah Olimpiade Seou, Korea Selatan. Tahun 1998. Kala itu, Indonesia meraih pedali perak lewat cabang olahraga panahan. Baru dalam Olimpiade di Barcelona tahun 1992, Indonesia dapat meraih medali emas.
Karena Alan dan Susi menjadi orang pertama yang berhasil merebut medali emas, wajarlah ia di sambut secara istimewa. Semua orang Indonesia bangsa  dan bahagia. Kebanggaan itu misalnya terlihat dalam bentuk pemberian hadiah. Para pengusaha kaya mengumpulkan uang untuk hadiah. Alan dan Susi masing-masing menerima uang saku satu miliyar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar